
Bollywood Indonesia - Film yang dibintangi John Abraham, Katrina Kaif, dan Neil Nitis Mukesh ini berkisah tentang nasib teroris. Setelah peristiwa serangan WTC New York pada 9 September, banyak orang yang ditangkap dengan tuduhan terkait jaringan teroris. Tak pandang bulu, FBI yang mendapat perintah dari presiden George W. Bush untuk membrantas teroris. Semua kegiatan masyarakat mendapat pemeriksaan rutin dari aparat pemerintahan.
Seorang Sameer, warga negara Amerika berasal dari orang tua berdarah India. Mahasiswa di Universitas New York yang sangat aktif dan kreatif. Dalam kampusnya Sameer dikenal dengan sebutan Sam (Samuel). Maya, mahasiswi sahabat Sam. Energik dan peduli dengan sesamanya, sangat mencintai Sam namun ia tidak pernah mengatakannya. Dan, Omar pemuda asal India. Mendapat beasiswa dan berkuliah di Universitas New York. Ketiganya bersahabat dan memulai kisah pedihnya di awali di Universitas New York.
Sejak Omar mengetahui Maya mencintai Sam, ia ingin pergi selamanya dari kehidupan mereka. Kepergian Omar dari kehidupan Sam dan Maya bersamaan dengan peristiwa serangan terhadap WTC New York oleh pelaku teroris. Sam yang memiliki nama marga Sheik dicurigai oleh FBI sebagai teroris. Sam diculik dan disekap dalam penjara. Berbagai penyiksaan didapatnya hanya untuk mengakui perbuatannya. 9 bulan Sam mendapat perlakuan buruk, kemudian ia dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sam mengalami depresi dan stress dan tidak focus dalam bekerja dan kehidupannya.
Maya, seorang kawan yang sangat setia dan mencintainya selalu menemaninya. Ia ingin Sam sembuh kembali. Maya pun memutuskan menikahi Sam. Pernikahan itu akhirnya menyembuhkan diri Sam dan memberi semangat dalam kehidupannya. Sam menjadi orang yang baik dan normal lagi. Pernikahan mereka dikaruniai seorang putra, Daniel.
Namun kenyataannya lain, demi membalas dendam pada FBI, Sam bergabung dalam sindikat teroris. Ia bertemu dengan berbagai kawan dari berbagai kalangan. Ia pun memulai aksinya tanpa sepengetahuan Maya. Di lain pihak, Omar yang telah lama pergi kembali dalam kehidupan Sam dan Maya. Kali ini posisi Omar berbeda, tak hanya menjadi seorang teman, Omar juga mata-mata dari FBI. Omar terpaksa melakukannya demi membuktikan bahwa Sam dan dirinya bukan jaringan teroris.
Seiring berjalannya waktu Omar mengetahui bahwa Sam benar-benar tergabung dalam jaringan teroris. Untuk kedua kalinya hati Omar hancur. Target Sam untuk mengebom gedung WTC membuat hidupnya penuh duka. Aksi Sam diketahui Maya, dengan sepenuh tenaga Maya menyadarkan Sam, namun ia tetap pada pendiriannya. Luka batin yang diderita Sam karena penyiksaan itu lebih sakit dari pada peluru yang menembus tubuhnya. Sam tewas ditangan FBI, dan Maya pun terkena tembakan dari FBI karena ingin menolong suaminya.
Akhir dari kehidupan Sam dan Maya membuat Omar tidak mempercayai siapapun. Daniel, putra Sam dan Maya kini dirawat Omar. Karena cintanya pada Maya, Omar menganggap Daniel seperti putranya. Sejak peristiwa WTC tiga tahun kemudian tahanan yang tertuduh sebagai jaringan teroris dibebaskan oleh pemerintah Amerika. Dan, Presiden Obama menghapus segala kegiatan penangkapan terhadap masyarakat yang tak bersalah.
Seorang Sameer, warga negara Amerika berasal dari orang tua berdarah India. Mahasiswa di Universitas New York yang sangat aktif dan kreatif. Dalam kampusnya Sameer dikenal dengan sebutan Sam (Samuel). Maya, mahasiswi sahabat Sam. Energik dan peduli dengan sesamanya, sangat mencintai Sam namun ia tidak pernah mengatakannya. Dan, Omar pemuda asal India. Mendapat beasiswa dan berkuliah di Universitas New York. Ketiganya bersahabat dan memulai kisah pedihnya di awali di Universitas New York.
Sejak Omar mengetahui Maya mencintai Sam, ia ingin pergi selamanya dari kehidupan mereka. Kepergian Omar dari kehidupan Sam dan Maya bersamaan dengan peristiwa serangan terhadap WTC New York oleh pelaku teroris. Sam yang memiliki nama marga Sheik dicurigai oleh FBI sebagai teroris. Sam diculik dan disekap dalam penjara. Berbagai penyiksaan didapatnya hanya untuk mengakui perbuatannya. 9 bulan Sam mendapat perlakuan buruk, kemudian ia dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. Sam mengalami depresi dan stress dan tidak focus dalam bekerja dan kehidupannya.
Maya, seorang kawan yang sangat setia dan mencintainya selalu menemaninya. Ia ingin Sam sembuh kembali. Maya pun memutuskan menikahi Sam. Pernikahan itu akhirnya menyembuhkan diri Sam dan memberi semangat dalam kehidupannya. Sam menjadi orang yang baik dan normal lagi. Pernikahan mereka dikaruniai seorang putra, Daniel.
Namun kenyataannya lain, demi membalas dendam pada FBI, Sam bergabung dalam sindikat teroris. Ia bertemu dengan berbagai kawan dari berbagai kalangan. Ia pun memulai aksinya tanpa sepengetahuan Maya. Di lain pihak, Omar yang telah lama pergi kembali dalam kehidupan Sam dan Maya. Kali ini posisi Omar berbeda, tak hanya menjadi seorang teman, Omar juga mata-mata dari FBI. Omar terpaksa melakukannya demi membuktikan bahwa Sam dan dirinya bukan jaringan teroris.
Seiring berjalannya waktu Omar mengetahui bahwa Sam benar-benar tergabung dalam jaringan teroris. Untuk kedua kalinya hati Omar hancur. Target Sam untuk mengebom gedung WTC membuat hidupnya penuh duka. Aksi Sam diketahui Maya, dengan sepenuh tenaga Maya menyadarkan Sam, namun ia tetap pada pendiriannya. Luka batin yang diderita Sam karena penyiksaan itu lebih sakit dari pada peluru yang menembus tubuhnya. Sam tewas ditangan FBI, dan Maya pun terkena tembakan dari FBI karena ingin menolong suaminya.
Akhir dari kehidupan Sam dan Maya membuat Omar tidak mempercayai siapapun. Daniel, putra Sam dan Maya kini dirawat Omar. Karena cintanya pada Maya, Omar menganggap Daniel seperti putranya. Sejak peristiwa WTC tiga tahun kemudian tahanan yang tertuduh sebagai jaringan teroris dibebaskan oleh pemerintah Amerika. Dan, Presiden Obama menghapus segala kegiatan penangkapan terhadap masyarakat yang tak bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar